( 164 H Baghdad - 241 H Baghdad )
Imam Ahmad bin Hanbal ra (murid Imam Syafi'i) dikenal juga
sebagai Imam Hanbali. dimasa akhir hidup beliau bercerita, "satu waktu
(ketika saya sudah usia tua) saya tidak tau kenapa ingin sekali menuju ke salah
satu kota di Irak,".Padahal tidak ada janji sama orang dan tidak ada
hajat. Akhirnya Imam Ahmad pergi sendiri menuju ke kota Bashrah. Beliau
bercerita "saat tiba disana waktu Isya', saya ikut shalat berjamaah isya
di masjid, hati saya merasa tenang, kemudian saya ingin istirahat". Begitu
selesai shalat dan jamaah bubar, imam Ahmad ingin tidur di masjid, tiba-tiba
marbot masjid datang menemui imam Ahmad sambil bertanya "kenapa syaikh,
mau ngapain disini?". (kata "syaikh" bisa dipakai untuk 3 panggilan,
bisa untuk orang tua, orang kaya ataupun orang yang berilmu. Panggilan Syaikh
dikisah ini panggilan sebagai orang tua, karena imam Ahmad kelihatan sebagai
orang tua).
Marbot tidak tau kalau beliau adalah Imam Ahmad. Dan Imam Ahmad
pun tidak memperkenalkan siapa dirinya. Di Irak, semua orang kenal siapa imam
Ahmad, seorang ulama besar dan ahli hadis, sejuta hadis dihafalnya, sangat
shalih dan zuhud. Zaman itu tidak ada foto sehingga orang tidak tahu wajahnya,
cuma namanya sudah terkenal. Kata imam Ahmad "saya ingin istirahat, saya
musafir". Kata marbot, "tidak boleh, tidak boleh tidur di masjid.
Imam Ahmad melanjutkan bercerita "saya didorong-dorong oleh orang itu
disuruh keluar dari masjid, Setelah keluar masjid, maka dikuncilah pintu
masjid.
Lalu saya ingin tidur di teras masjid." Ketika sudah
berbaring di teras masjid marbotnya datang lagi, marah-marah kepada Imam Ahmad.
"Mau ngapain lagi syaikh?" Kata marbot. "Mau tidur, saya
musafir" kata imam Ahmad. Lalu marbot berkata, "di dalam masjid tidak
boleh, di teras masjid juga tidak boleh". Imam Ahmad diusir. Imam Ahmad
bercerita " saya didorong-dorong sampai jalanan". Di samping masjid
ada penjual roti (rumah kecil sekaligus untuk membuat dan menjual roti).
Penjual roti ini sedang membuat adonan, sambil melihat kejadian imam Ahmad
didorong-dorong oleh marbot tadi. Saat imam Ahmad sampai di jalanan, penjual
roti itu memanggil dari jauh "mari syaikh, anda boleh nginap di tempat
saya, saya punya tempat, meskipun kecil".
Kata imam Ahmad "baik". Imam Ahmad masuk ke
rumahnya, duduk dibelakang penjual roti yang sedang membuat roti (dengan tidak
memperkenalkan siapa dirinya, hanya bilang sebagai musafir). Penjual roti ini
punya perilaku tersendiri, kalau imam Ahmad ngajak ngomong, dijawabnya. Kalau
tidak, dia terus membuat adonan roti sambil melafalkan istighfar,
Astaghfirullah. Saat meletakkan garam astaghfirullah, memecahkan telur
astaghfirullah, mencampur gandum astaghfirullah. Selalu mengucap istighfar.
Imam Ahmad memperhatikan terus. Lalu imam Ahmad bertanya
"sudah berapa lama kamu lakukan ini?". Orang itu menjawab "sudah
lama sekali syaikh, saya menjual roti sudah 30 tahun, jadi semenjak itu saya
lakukan". Imam Ahmad bertanya : "apa hasil dari perbuatanmu
ini?", orang itu menjawab "(lantaran wasilah istighfar) tidak ada
hajat yang saya minta , kecuali pasti dikabulkan Allah. semua yang saya minta
ya Allah...., langsung diterima". (memang Nabi saw pernah bersabda
:"siapa yang menjaga istighfar, maka Allah akan menjadikan jalan keluar
baginya dari semua masalah dan Allah akan berikan rizki dari jalan yang tidak
disangka-sangkanya). Lalu orang itu melanjutkan "semua dikabulkan Allah
kecuali satu, masih satu yang belum Allah kabulkan".
Imam Ahmad penasaran kemudian bertanya "apa
itu?". Kata orang itu "saya minta kepada Allah supaya dipertemukan
dengan imam Ahmad". seketika itu juga imam Ahmad bertakbir,
"Allahuakbar, Allah telah mendatangkan saya jauh dari Bagdad pergi ke
Bashrah dan bahkan sampai didorong-dorong oleh marbot masjid itu sampai ke
jalanan karena istighfarmu"..(penjual roti terperanjat, memuji Allah,
ternyata yang di depannya adalah Imam Ahmad).
Hasil yang diharapkan :
Semoga Allah SWT memberikan kemampuan dan kekuatan kepada
kami dan para bikers serta para pembaca umumnya selalu istiqomah membaca
kalimat istighfar kepada Allah SWT disetiap harinya dimanapun dan kapanpun
didalam kehidupannya. Aamiin Yaa Robbal Alamiin.
Ditulis oleh :
Muchamad Arief Mulyadi, S. HI
Penyuluh Agama Islam Kemenag Kab. Subang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar